You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Djarot Minta Pedagang Di Kepulauan Seribu Turunkan Harga
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Harga Jajanan Mahal di Pulau Seribu Bisa Berdampak Negatif

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyayangkan para pedagang di Kepulauan Seribu menjajakan dagangannya ke wisatawan dengan harga yang mahal.

‎Imbauan kita adalah y‎ang dijual di sana jangan terlampau tinggi, kalau tinggi enggak laku, orang enggak mau datang, yang rugi pedagang juga

Menurut Djarot, jika pedagang masih menggunakan harga yang tinggi akan ada dampak negatif, seperti wisatawan tak lagi berwisata ke sana.

"‎Imbauan kita adalah y‎ang dijual di sana jangan terlampau tinggi, kalau tinggi enggak laku, orang enggak mau datang, yang rugi pedagang juga," katanya, Sabtu (23/7).

Harga Jajanan di Pulau Seribu Dianggap Mahal

Padahal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mensubsidi pedagang tersebut.‎ Dengan subsidi itu, biaya transportasi pedagang yang hendak ke Jakarta membeli barang-barang yang akan di jual di Kepulauan Seribu otomatis berkurang.

"‎Kemarin ada kebijakan, untuk kita berikan subsidi bagi orang-orang Kepulauan Seribu yang ke Jakarta apalagi yang punya KJP gratis dan kemudian kapal, kapal itu kita hitung dengan rupiah permil‎. Tentu ini sangat membantu pedagang. Jadinya jangan dijual mahal," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12488 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1380 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1368 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1318 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1026 personBudhi Firmansyah Surapati